Ini Tanggapan Anggota DPRD Terkait Covid-19 di Kota Metro

# Dilihat: 171 kali #
  • Bagikan

METRO – Maraknya pasien yang terpapar covid-19 di Kota Metro banyak tuai kritikan, baik dari kalangan masyarakat sampai anggota legislatif.

Ketua Komisi II DPRD Metro, Fahmi Anwar minta kepada semua lembaga untuk mempererat koordinasi guna mengatasi covid-19 di Kota Metro.

Ini dikatakan Fahmi saat menggelar rapar dengat pendapat (RDP) dengan sejumlah instansibterkait penanganan covid-19 di Bumi Sai Wawai.

“Masukan, dan seperti apa situasi di lapangan itu harus disatukan. Perlu dijelaskan juga, kalau covid-19 ini bukan aib, supaya tidak dikucilkan,” kata Fahmi (4/2/21).

Fahmi menilai koordinasi menjadi suatu keharusan dengan semangat untuk saling memperbaiki. Terkait masalah anggaran logistik, vitamin, bantuan, dan lainnya pihaknya selalu mendorong peningkatan sesuai aturan yang ada.

“Koordinasi yang baik dari atas sampai bawah. Dan untuk orang yang terkena itu juga harus dikaji apakah bisa diberi bantuan. Karena kami kan tidak tahu kemampuan ekonomi pasien yang kena itu seperti apa,” ujar dia.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Ancilla Hernani menambahkan, perlu sinkronisasi agar penanganan lebih baik. Demikian pula terkait prosedur operasional standar bagi pasien isolasi mandiri. Sebab bagaimanapun, pasien tidak bisa mencari nafkah selama menjalani isolasi.

“Jadi, bisa tidak ada bantuan. Misal, APD atau ekonomi. Mereka kan otomatis tuh tidak bisa kerja. Itu bagaimana. Artinya ini harus diperhatikan pemerintah. Kalau memang bisa anggaran digunakan untuk bantuan itu, ya segera disalurkan. Termasuk pasien yang meninggal dunia,” kata dia. (*)

  • Bagikan