Pengamat Angkat Bicara Terkait Arogansi Dirut RSUDAM

# Dilihat: 62 kali #
  • Bagikan

Bandarlampung,- Pengamat kebijakan publik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Dedy Hermawan angkat bicara terkait sikap Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Lukman Pura, yang dinilai arogan kepada awak media saat diwawancarai terkait pemberitaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Lampung tahun 2020, Jumat (19/11/2021).

Menurtnya, setiap pejabat publik harus siap di evaluasi dan dikritik, serta menyampaikan komunikasi publik dengan baik kepada masyarakat termasuk kalangan median massa. Terlebih, setiap elemen masyarakat di lindungi konstitusi dalam mengawasi kinerja pejabat publik.

“Termasuk Dirut RSUDAM, oleh karena itu harus siap setiap saat untuk memberikan penjelasan mengenai kinerjanya. Temuan-temuan dari LHP BPK terkait kinerja RSUDAM menjadi informasi publik,” jelasnya.

Ditambahkannya, oleh karena itu, Dirut RSUDAM wajib memberikan keterangan kepada masyarakat atas temuan BPK tersebut. Jadi, tidak perlu emosional dan reaktif.

“Jelaskan dan berikan informasi sejujurnya, karena ini merupakan urusan publik, bukan privat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Lukman Pura, meradang ketika di konfimasi terkait pemberitaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Lampung tahun 2020.

Dari komunikasi melalui sambungan telpon WhatsApp pukul 17.01 WIB Lukman Pura, tak memberikan penjelasan terkait pokok masalah temuan LHP BPK RI.

Mirisnya, justru dirinya nyerocos tak jelas ketika di konfirmasi.

“Kamu kan belum tau saya, dan saya belum tau kamu. Penghormatan saya ke kamu harus seperti apa. seolah olah kamu ga menghargai saya. Saya ini dokter ga pernah main-mainin orang,” kata Lukman,” kata dia, Kamis (18/11/2021) sore.

Bahkan ketika berbicara, justru dirinya tak takut akan pemberitaan yang mengkitisi kinerja managemen RSUDAM.
“Ya terserah kamu,” tantang Lukman dengan nada keras melalui sambungan telpon. (TIM)

  • Bagikan