Komisi V Sikapi Arogansi Dirut RSUDAM

# Dilihat: 40 kali #
  • Bagikan
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Aprilliati saat di wawancarai di ruang kerjanya. Foto: Rudi

BANDARLAMPUNG – Komisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Lampung sikapi arogansi Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moelok (RSUDAM) Lukman Pura.Ketika di konfirmasi oleh wartawan terkait temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Bandan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Tahun 2020.

Menurut, anggota Komisi V DPRD Lampung Aprilliati,sikap seorang pejabat publik harus kooperatif terhadap keterbukaan informasi di era seperti ini terhadap wartawan.

“Sangat disayangkan, seharusnya lebih kooperatif ,” ujarnya saat di temui di ruang kerja, Senin (22/11/21).

Selain itu, Komisi V DPRD Provinsi Lampung, memindaklanjuti setelah mencuatnya temuan hasil BPK RI tahun 2020, usai pemberitaan media mengangkat dugaan kecurangan biaya Ekspedisi pengadaan alat kesehatan RSUDAM, carut marut manajemen keuangan, serta pengondisian pemenang tender aplikasi Sistem Infomasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Ditambahkannya, kewjiban komisi V sebagai kelembagaan akan menindakjanjuti persoalan RSUDAM. Maka sesuai dengan fungsi tugas, Komisi V akan melakukan pengawasan temuan hasil BPK RI.

“Persoalan rumah sakit RSUDAM akan kita tagih. Karena ini rekomendasi pansus temuan LHP BPK RI. Terlebih persoalan temuan LHP BPK RI tahun 2020 sudah ramai di media,” jelasnya ketika diwawancarai wartawan di Komis V DPRD Provinsi Lampung. (TIM)

  • Bagikan