BeritaBerita Utama

Gus Yahya Pimpin PBNU Periode 2021-2026

109
×

Gus Yahya Pimpin PBNU Periode 2021-2026

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – KH Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya terpilih sebagai Ketua umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026.

Hal itu berdasarkan pemilihan dari peserta Muktamar NU ke 34 yang diselenggarakan di Lampung.

Dorong Pemulihan Pembelajaran di Pandemi Covid-19, Kemendikbudristek Tawarkan 3 Opsi Kurikulum Ini!

Baliho Ketum PKB Muhaimin Iskandar Berjejer di Arena Muktamar NU ke 34 di Lampung

Pemilik suara, memilih Gus Yahya sebagai Ketua Tanfidziyah/Ketua Umum PBNU periode 2021-2026, mengungguli petahana KH. Said Aqil Siradj.

Sidang Pleno ke-IV yang dipimpin oleh Prof. M. Nuh, hingga Jumat 24 Desember 2021 pagi di GSG Unila, menetapkan Gus Yahya, sebagai Ketum PBNU 2021-2026.

Hasil perhitungan, dari 543 suara, Gus Yahya memperoleh 337 suara, sementara KH. Said Aqil Siradj memperoleh 210 suara dan satu suara batal. Sedangkan Rais Aam telah ditetapkan terlebih dulu yaitu KH. Miftahul Akhyar.

Pemungutan suara calon ketua PBNU baru selesai sekitar pukul 10.20 WIB. M. Nuh sebagai Ketua SC yang merupakan pimpinan sidang, menyampaikan rasa haru dengan pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung.

Meskipun sebelumnya sempat diwarnai berbagai dinamika hingga kericuhan dan berakhir pindah tempat dari Pondok Pesantren Gunungsugih Lampung Tengah ke UIN Raden Intan Lampung hingga kemudian pindah lagi ke Unila, akhirnya pelaksanaan Muktamar ke-34 NU berhasil memilih Ketua Umum PBNU.

Prof. M. Nuh menyampaikan, Ketua Umum terpilih sekaligus ketua formatur yang akan menyusun kepengurusan PBNU dengan waktu satu bulan. Ketua PWNU Prof. Moh Mukri masuk anggota formatur.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan hasil pemilihan Bakal Calon Ketua Umum PBNU yang berlangsung di GSG Unila, Gus Yahya sapaan akrab Yahya Cholil Staquf berhasil mengantongi 327 suara dari total 552 pemilih.

Baca Juga :  Unila 100% Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

Sedangkan, pesaingnya KH. Said Aqil Siradj yang merupakan petahana Ketua Umum PBNU meraih 203 suara dan disusul KH As’ad Said Ali dengan perolehan 17 dukungan serta KH Mustamar hanya dua suara.

Kemudian karena harus memenuhi 99 persen suara, maka hanya dua orang yang masuk menjadi bakal Calon Ketua Umum PBNU, yakni Yahya Cholil Staquf
327 suara dan KH. Said Aqil Siradj 203 suara sementara dua orang lainnya tidak masuk.(*)