BandarlampungBeritaBerita UtamaEkonomi

PPN Lampung Kampanyekan Makan Telur

52
×

PPN Lampung Kampanyekan Makan Telur

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – Pinsar Petelur Nasional (PPN) Wilayah Lampung turut berpartisipasi dalam gelaran pasar murah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Dalam kesempatan itu, PPN melakukan mengkampanyekan makan telur dua butir sehari sehingga produksi telur dapat terserap oleh kebutuhan masyarakat.

Ketua PPN Lampung,Jenny Soelistiani mengatakan PPN sebagai organisasi ayam petelur tidak mungkin bisa berjalan sendirian tanpa dukungan pemerintah dalam rangka melaksanakan kampanye ini.

“PPN berharap setiap ada momen atau kegiatan yang melibatkan banyak orang selalu menggunakan telur sebagai snack pengganti kue. Satu kue seharga Rp6.000 kalo diganti telur bisa didapatkan 3 butir telur,” ujarnya saat di temui di lokasi yang turut di hadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Pasar Kangkung,Bandarlampung, Sabtu (12/2/22).

Dijelaskannya, PPN selalu berpartisipasi pada kegiatan Pasar Murah yang dilakukan pemerintah dengan harapan produksi telur bisa terserap oleh masyarakat.

Sementara Ia mengeluhkan, untuk saat ini konsumsi telur masyarakat Indonesia hannya mencapai 19,9% dari konsumsi protein hewani.Khusus masyarakat Lampung konsumsi telur pada tahun 2020 mencapai 7,3 kg/kapita/tahun kalah jauh dibandingkan dengan konsumsi ikan sebesar 20,3 kg/kapita/tahun. Padahal harganya telur lebih murah dibandingkan dengan harga ikan.

Sedangkan biaya produksi saat ini lebih tinggi dibandingkan penjualan. ” Biaya kita sudah 21 SD 22 rb Mas.. Jualnya 17 – 18 rb,” Keluhnya.

Dijelaskannya, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, konsumsi protein penduduk Indonesia mencapai 62,05 gram per kapita setiap harinya (gram/kap/hari) pada 2020.

Jumlah itu turun 1,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 62,87 gram/kap/hari, namun jumlah tersebut masih di atas standar kecukupan konsumsi protein yang sebesar 57 gram/kap/hari.

Artinya, konsumsi protein masyarakat Indonesia secara umum masih tercukupi setiap harinya. Konsumsi protein asal pangan hewani tercatat sebesar 21,29 gram atau 34,3% pada 2020. Jumlah itu meningkat 1,14% dibandingkan pada 2019 yang mencapai 21,05 gram.

Baca Juga :  Pimpin Anev Vaksinasi, Kapolda Lampung : Niatkan Kerjamu Adalah Ibadah

“PPN berharap, kampanye makan telur ini bisa masuk dalam program pemerintah, misalnya kekasih makan telur ke anak sekolah,” pungkasnya. (Rudi)