BeritaBerita UtamaLampung Selatan

Dosen dan Mahasiswa Unila Gelar Pelatihan Pengembangan Pengawetan Telur Berbahan Alami

98
×

Dosen dan Mahasiswa Unila Gelar Pelatihan Pengembangan Pengawetan Telur Berbahan Alami

Sebarkan artikel ini

WARTAVIRAL.ID, BANDARLAMPUNG — Dosen Universitas Lampung (unila) Dr. Mareli Telaumbanua, S.T.P., M.Sc., Etha ‘Azizah Hasiib, S.Pt., M.Sc., dan Febryan Kusuma Wisnu, S.T.P., M.Sc. serta mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian Eden Ericson Sinuraya dan Isrofiatul mengadakan program pengabdian kepada masyarakat skema program kemitraan masyarakat Tahun 2022, yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan,Kebudayaan,Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pelatihan pengembangan pengawetan telur berbahan alami dan digital marketing pada peternak di Rejomulyo Lampung Selatan. Rangkaian kegiatan pengabdian dilaksanakan dari bulan Mei sampai September 2022.

Tahapan kegiatan dimulai dari survey lapangan, persiapan alat, bahan, perakitan alat, pengujian mesin pengawet telur dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2022. Selanjutnya, kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 bertempat di rumah Bapak Jimin. Acara ini diikuti oleh 20 peserta.

Tujuan pengabdian ini untuk memperkenalkan teknologi pengawetan telur dan digital marketing pada peternak ayam ras petelur. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Universitas Lampung untuk mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rejomulyo”, ujar Jimin sebagai perwakilan peternak Rejomulyo.

“Sereh,daun jeruk purut dan daun pandan memiliki kandungan antibakteri dan antioksidan sehingga berpotensi sebagai bahan pengawet alami. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan kandungan antibakteri, antioksidan dan aroma khas dari bahan alami tersebut pada sebuah produk peternakan, maka diperlukan penggunaan rancangan mesin pendingin untuk menyemprotkan ekstrak bahan alami secara periodik dan otomatis” ujar Dr. Mareli Telaumbanua, S.T.P., M.Sc. sebagai narasumber yang didukung oleh Etha ‘Azizah Hasiib, S.Pt., M.Sc, dan Febryan Kusuma Wisnu, S.T.P., M.Sc.

Dikatakannya, Kombinasi mesin pengawet dan bahan alami tersebut dijadikan sebagai sarana untuk mengawetkan telur yang cenderung mudah busuk saat diletakkan di luar ruangan.

Baca Juga :  FH Unila Gelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum

Dr. Mareli Telaumbanua menambahkan, Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan tentang pembuatan bahan pengawet, dengan cara pengecilan ukuran bahan sebelum dimasukkan ke dalam blender untuk dihaluskan kembali.

Saat melakukan pencacahan halus menggunakan blender, air ditambah sesuai takaran, sehingga didapatkan larutan bahan pengawet dan penguat aroma sesuai dengan bahan dasar yang digunakan. Kerabang telur dilapisi dengan bahan pengawet kemudian dapat disimpan pada mesin pengawet yang dirancang dari lemari pendingin.

Pelatihan digital marketing dilaksanakan dengan membuat iklan produk yang menarik dan mempromosikannya dalam media sosial. Peserta mengikuti kegiatan ini dengan aktif dan antusias.

“Manfaat kegiatan pelatihan ini bagi saya dan peserta lainnya yaitu dapat mengetahui perbedaan telur biasa dan telur yang diawetkan. Telur yang diawetkan menjadi wangi. Selain itu juga menambah pengalaman dan membantu penjualan telur tanpa harus bertemu langsung dengan pembeli” ujar salah satu peserta pelatihan.

Untuk diketahui, aplikasi pengawetan telur menggunakan mesin pengawet telur yang diatur pada suhu 4°C. Aplikasi ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai September 2022 selama 35 hari. Monitoring dan pendampingan dilaksanakan oleh tim pengabdian dibantu dengan mahasiswa. Kualitas telur diuji setiap minggu untuk melihat perubahan kualitas telur.

Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengawetan telur mampu mempertahankan kualitas telur dan membuat telur menjadi wangi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu pemecahan permasalahan mitra lainnya. Universitas Lampung akan membantu memperkenalkan inovasi dan teknologi baru yang mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian masyarakat Desa Rejomulyo, Lampung Selatan. (Mareli Telaumbanua)