Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BandarlampungBeritaBerita Utama

Hari Pahlawan, Divre IV Tanjungkarang Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang dan Anti Pelecehan Seksual di Atas KA

83
×

Hari Pahlawan, Divre IV Tanjungkarang Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang dan Anti Pelecehan Seksual di Atas KA

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang memperingati Hari Pahlawan dengan cara yang berbeda. Mengandeng Himpunan Mahasiswa Teknik Perkeretaapian (HIMAKA) ITERA dan Komunitas Railfans. KAI melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang yang berlokasi di Jalan Pemuda Tanjungkarang JPL 6 Km.11+923 serta kampanye anti pelecehan seksual yang berlokasi di Stasiun Tanjungkarang Jumat, (10/11).

Manager Humas KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari menyampaikan, kegiatan sosialisasi keselamatan merupakan bentuk kepedulian KAI untuk masyarakat pengguna jalan raya dan seluruh pengguna transportasi kereta api. Ia membeberkan angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang yang tercatat di Divre IV Tanjungkarang selama 3 tahun terakhir masih cukup tinggi. Pada tahun 2021 saja telah terjadi 48 kasus kecelakaan, lalu tahun 2022 angkanya meningkat menjadi 50 kasus dan pada tahun 2023 hingga November bulan ini sudah terjadi sebanyak 36 kasus kecelakaan.

“Kejadian tersebut disebabkan kurang disiplin dan hati-hatinya pengguna jalan saat melintas. Pada kasus kecelakaan selama tiga tahun terakhir tersebut menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 5 luka berat, dan 47 luka ringan. Adapun jenis kendaraan yang terlibat pada kecelakaan tersebut yaitu 44 kendaraan roda empat, 30 roda dua dan 54 pejalan kaki,“ ungkap Zaki.

Ia menambahkan, sosialisasi keselamatan di perlintasan juga merupakan upaya KAI menyadarkan pengguna jalan agar ikut menjadi penyelamat/pahlawan bagi diri sendiri dan keluarga. Ia mempertegas dampak dari tidak disiplin pengguna jalan selain akan menghambat perjalanan kereta api, juga sangat merugikan diri sendiri serta menimbulkan kekhawatiran kerabat dan keluarga di Rumah.

“Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan raya diwajibkan menaati aturan yaitu dengan tengok kanan dan kiri lalu berhenti ketika alarm sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114,” tutur Zaki.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Apresiasi DPRD Lampung atas Rekomendasi LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2021

Pihak Jasa Raharja Provinsi Lampung melalui Kepala Cabang Muhammad Zulham Pane, menghimbau masyarakat agar tidak menerobos pintu perlintasan kereta api yang palang pintunya sudah tertutup, tidak menggunakan perlintasan kereta api yang tidak resmi/perlintasan liar dan tidak melompati pagar pembatas/pengaman di sisi rel pemukiman warga untuk menghindari risiko diluar jaminan Jasa Raharja apabila terjadi kecelakaan.

Selain mengajak masyarakat agar berhati-hati saat melintas, pada momen Hari Pahlawan 2023 ini KAI Divre IV Tanjungkarang juga menggelar sosialisasi anti pelecehan seksual di kereta api. Bersama Himaka ITERA dan Komunitas Railfans, KAI mengedukasi masyarakat untuk tetap menjaga kesopanan dan etika ketika berada di transportasi massal khususnya kereta api.

“KAI sama sekali tidak mentolerir apabila ada pengguna KA yang melakukan pelecehan seksual di lingkungan kereta api. KAI juga akan melakukan blacklist terhadap pengguna KA yang melakukan pelecehan seksual selama dalam perjalanan kereta api. Hal ini merupakan langkah tegas yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada layanan KA kedepannya,” tambah Zaki.

Pada momen hari pahlawan yang mengangkat tema “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan” Ia berpendapat seyogianya dijadikan masyarakat untuk jauh lebih cerdas dan bijak terutama dalam bertansportasi.

“Terciptanya ekosistem transportasi yang baik tentunya butuh dukungan seluruh lapisan masyarakat. KAI akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu tertib dan sama-sama saling menghargai untuk menciptakan kenyamanan bersama. Masyarakat yang adaptif tentunya akan turut mendukung geliat perkembangan transportasi perkeretaapian di Indonesia yang kini tumbuh semakin pesat. Bersama, KAI berkomitmen akan terus menghadirkan moda transportasi perkeretaapian yang selamat, aman, dan nyaman,” tutup Zaki. (*)

Baca Juga :  Unila Hadiri Olah Raga bersama TNI-Polri dan Forkopimda Lampung