BeritaBerita Utama

PKB Yogyakarta Survey Singgih Raharjo Teratas, Warga Katakan Singgih Belum Mampu Tuntaskan Masalah Sampah

75
×

PKB Yogyakarta Survey Singgih Raharjo Teratas, Warga Katakan Singgih Belum Mampu Tuntaskan Masalah Sampah

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Yogyakarta melaksanakan survei terhadap sejumlah Balon Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta. Dan, Heroe Poerwadi menempati posisi teratas.

Ketua DPC PKB Kota Yogyakarta, Solihul Hadi, memaparkan PKB melihat pada pilkada kali ini harus didasari oleh pemilih yang rasional, yang mengedepankan ideologi dan idealisemanya.

“Sehingga kami melakukan survei di internal PKB agar memberi rambu-rambu, ini lho hasil survei saat ini,” ujarnya, Rabu (26/6/2024).

Dalam survei tersebut diambil sampel hingga tingkat RW, sehingga diharapkan hasilnya tidak lepas dari harapan masayrakat Kota Yogyakarta.

“Hari ini sudah muncul hasilnya, elektabilitas dan popularitas yang paling tinggi ada di Pak Heroe Poerwadi,” ungkapnya.

Survei terlaksana berkat hasil kerjasama dengan Abhipraya Indonesia Consultant (AIC), yang dilaksanakan pada 30 Mei hingga 2 Juni 2024, dengan 660 responden yang tersebar secara proporsional di 14 kemantren dan 45 kelurahan, merata di setiap RW. Responden merupakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di KPU Kota Jogja dan diwawancarai secara tatap muka.

Pada hasil survei elektabilitas Walikota tertutup, Heroe Poerwadi memuncaki posisi dengan persentase 52,73%, sedangkan untuk Wakil Walikota Yogyakarta paling tinggi ada di Singgih Raharjo dengan persentase 21,05%.
Heroe Poerwadi juga memiliki persentase tertinggi dalam survei popularitas, yakni sebesar 91,21%. Kemudian berurutan di bawahnya adalah Singgih Raharjo dan M Afnan Hadikusumo, masing-masing 78,4% dan 62,27%.
Pada urutan popularitas keempat dan kelima, muncul nama Danang Rudyatmoko dan Imam Priyono Dwi Putranto. Popularitas Ketua DPRD Kota Jogja dan mantan Wakil Wali Kota Jogja 2011-2016 itu mencapai 49,39% dan 44,39%.

Hasil survei ini kemudian akan dikomunikasikan di tingkat DPC, DPW hingga DPP. “Nanti ini berkaitan dengan rekomendasinya itu nanti akan diturunkan kepada siapa. Sehingga PKB dalam kontestasi pilkada 2024, kita juga menjadi bagian dari penentu bagaimana pilkada berjalan dengan baik, memilih pemimpin tidak luput, tidak salah jalan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemuda Lintas Agama Lampung Deklarasi Bersama Cinta Damai Serta Gelar Pentas Seni dan Musik

Dengan hasil survei ini, Heroe Poerwadi yang juga telah mendaftar di DPC PKB Kota Jogja, mendapat peluang besar untuk mendapat rekomendasi dari partai tersebut. “Peluang paling besar ada di Pak Heroe, walaupun tidak menutup kemungkinan [nama lainnya], namun berbicara peluang, yang paling besar di Pak Heroe Poerwadi,” kata dia.

Adapun terkait dengan koalisi, sampai saat ini DPC PKB Kota Jogja belum menentukan akan berkoalisi dengan partai mana saja. “Sementara kami masih dalam bentuk komunikasi, membangun komunikasi politik dengan banyak partai. Untuk nanti kami akan berkoalisi dengan siapa, ini masih dalam tahap komunikasi,” katanya seperti dilansir dari halaman Harian Jogja.

Masalah Sampah, Warga Katakan Singgih Raharjo Sulit Maju Sebagai Kandidat

Komentar menohok tentang mantan Penjabat Walikota Singgih Raharjo dikatakan salah seorang masyarakat, yang menyampaikan Singgih sulit untuk maju dan menang pada Pilkada nantinya.

“Pak Singgih Raharjo itu karena masalah sampah di Yogyakarta belum bisa mengatasi, sepertinya agak sulit. Itu menurut saya loh,” kata salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan di Jalan Parangtritis, Mantrijeron, belum lama ini.

Selain itu, dirinya juga mengenal Heroe Poerwadi dikarenakan pernah memberikan bantuan atau hadiah kepada warga didaerahnya.

“Pak Heroe itu baik, dan pernah berikan uang atau hadiah. Cukup baiklah. Sosoknya Jawani,” katanya.
Sedangkan Afnan Hadikusumo menurutnya, adalah sosok yang terkenal saat ini.

“Jadi dari antara kandidat balon itu, kelihatannya yang paling kuat adalah pak Afnan. Karena beliau terkenal, dan kalau wakilnya itu Fokki yang dari PDI Perjuangan, bisa menang. Karena itu bersaing ketat, dan Pak Heroe itu sepertinya tokoh yang Jawani. Kalau pak Afnan kan didukung oleh Muhamadiyah. Dan pak Heroe itu juga Muhammadiyah. Jadi suara Muhamadiyah kemungkinan terpecah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Telkomsel Hadirkan Pengalaman Digital Terdepan Bagi Pelanggan

Warga itu klaim dirinya hanya seorang Muslim, dan tidak berpaut dengan salah satu organisasi besar Islam.
Soal kepantasan dan layak untuk dipilih, menurutnya adalah hal yang sulit. Namun, saat menjelang Pilkada, dirinya akan memilih Afnan Hadikusumo.

“Saya milih Afnan Hadikusumo mas. Tapi ini kan analisis masyarakat biasa saja mas,” pungkasnya. (Wir)

google-site-verification=s66foeG-xwSitfUG5ZrTZ1Edakqko21rY3d69uxaUnQ